Kariangau Surga Investasi di Kalimantan Timur

Senin, 18 Okt 2012 | 08:30:00 wita

Lokasi yang sangat strategis dan didukung bandara internasional Sepingan dan pelabuhan Semayang Balikpapan, maka tidak diragukan lagi Kariangau akan menjadi surga investasi di Kalimantan Timur.

Keberadaan bandara dan pelabuhan bertaraf international, menjadikan Balikpapan sebagai pintu gerbang utama Kalimantan Timur dan berperan dalam perdagangan Kawasan Indonesia Timur (KIT) bahkan wilayah Pasifik.

Khusus untuk proyek Terminal Peti Kemas Kariangau Tahap I sebesar Rp714 miliar yang bersumber dana dari PT Pelindo IV, APBD Provinsi Kaltim maupun  APBN. Memiliki kapasitas bongkar muat pelabuhan 25 Box container/Hr/Crane.

TPK Kariangau telah melaksanakan uji coba sekaligus pengoperasian ditandai dengan pengapalan perdana pada tanggal 30 Agustus 2012 (uji coba 20 unit kapal  dengan jumlah container 2.600 TEU’s).

Pembangunan jalan akses dari TPK Kariangau menuju Km.13 Balikpapan sepanjang 13,5 Km dengan dana bersumber APBD Provinsi, hingga tahun 2012 sebesar Rp141,5 miliar (TA 2009 Rp15 miliar, TA 2010 Rp30 miliar, TA 2011 sebesar Rp56,5 miliar serta TA 2012 Rp40 miliar.

Sementara itu perencanaan dan pengembangan Kawasan Industri Kariangau (KIK) dilakukan secara komperensif dengan memperhatikan beberapa pertimbangan utama yaitu pengaturan dan pemanfaatan lahan.

Terutama sangat memperhatikan adanya fungsi kegiatan utama maupun kegiatan pendukung sehingga peran kawasan sebagai pusat pertumbuhan baru yang berbasis industri dapat berjalan sesuai rencana.

Termasuk mempertahankan kawasan preservasi dan konservasi serta menjaga tingkat emisi gas buang kendaraan bermotor melalui minimalisasi arus komuter didalam dan keluar masuk kawasan.

Meminimalisasi friksi kegiatan maupun sirkulasi antara kavling industri dan kavling perumahan, komersial serta rekreasi melalui pemisahan aksesbilitas ke masing-masing kavling akan menjadikan KIK kawasan yang sangat ideal.

Juga menjaga keseimbangan ekosistem dengan dengan mempertahankan kawasan preservasi dan konservasi serta menjaga tingkat emisi gas buang kendaraan bermotor melalui minimalisasi arus komuter didalam dan keluar masuk kawasan.

Kawasan ini diproyeksikan untuk kawasan industri maju, lokasinya yang terletak di tepi Teluk Balikpapan menjadikan kawasan ini sangat cocok untuk pembangunan pelabuhan peti kemas utama.

Di masa datang wilayah ini diharapkan tumbuh menjadi kota baru sebagai pendukung kegiatan industri yang terdiri dari permukiman pekerja industri, jasa hiburan dan sarana olah raga. KIK diutamakan untuk industri hilir, sehingga dapat langsung dipasarkan keluar.

Misalnya, industri pengolahan karet, industri pengolahan pakan ikan dan ayam, briket batubara, kopi, bahan makanan dan minuman. Dalam perencanaannya perluasan kawasan untuk pelabuhan seluas 56,5 ha, kawasan industri  seluas 399,288 ha dan supporting facilities (perumahan, pendidikan, dan lainnya) memiliki luas 339,267 ha.

Dalam pembangunan pelabuhan peti kemas yang utama diperlukan adalah pergudangan untuk membantu jalannya usaha pendistribusian barang usaha industri. Untuk menunjang kegiatan usaha depo peti kemas diperlukan fasilitas-fasilitas yang berhubungan dengan aktivitas bongkar muat, pengurusan kepabeanan dan lainnya. Fasilitas atau sarana yang disediakan meliputi perkantoran, peralatan bongkar muat dan container yard.

Kawasan yang direncanakan untuk Kawasan Industri Kariangau (KIK) berlokasi di daerah pesisir kota balikpapan, karakteristik tersebut menjadi dasar prima perencanaan kawasan tersebut yaitu mengembangkan kawasan perkotaan yang kondusif terhadap keseimbangan lingkungan hidup pesisir dan sebagai pusat pertumbuhan baru dengan basis kegiatan industri.

Saat ini, pada area KIK sudah masuk beberapa perusahaan, namun sebagian besar areanya masih berupa hutan belantara, alang-alang, rumput liar dan sejenisnya sehingga masyarakat sekitar tidak mendapatkan manfaatnya secara ekonomi karena mereka memanfaatkan lahan tersebut sebagai perladangan berpindah.

Dengan lokasi yang bagus dan strategis dan setelah pemberlakuan Undang-Undang Nomor  32 dan Nomor 34 tahun 2004, pemerintah daerah bermaksud mengembangkan daerah menjadi kawasan industri dengan nama Kawasan Industri Kariangau (KIK) untuk kesejahtraan rakyat.

Kawasan industri Kariangau direncanakan seluas 5.000 hektar yang berlokasi di Kelurahan Kariangau kecamatan Balikpapan Barat. Tahap pengembangan pertama seluas 1.989,54 hektar sementara sisanya akan dikembangkan kemudian.

Dalam pengembangan daerah ini, pemerintah daerah membagi dengan fungsi yang berbeda seperti pelabuhan dengan luas 56,5 hektar, kawasan industri dengan luas 399.288 hektar dan sarana pendukung ( perumahan, pendidikan, pusat hiburan, dan sarana olah raga ) seluas 339.267 hektar.

Pada saat ini telah dikeluarkan izin usaha untuk beberapa perusahaan,  antara lain PT. Dermaga Kencana Indonesia, PT. Mekar Bumi Andalas, Pelabuhan Peti Kemas, PT. Kutai Chip Mill, PT. Forestra Hijau Lestari, PT. Paradigma Sejahtera, PT. Kaltim Kariangau Industry, PT. Kariangau Power, PT. Dermaga Perkasa Pratama serta PT. Petrosea.

Kawasan industri kariangau terletak di tepi jalan arteri regional Balikpapan menuju jembatan penyeberangan teluk Balikpapan, akses untuk mencapainya dapat dilakukan melalui beberapa cara, dengan waktu tempuh yang bervariasi

Waktu tempuh dari Bandara Sepingan hanya 60 menit. Perlu waktu 45 menit dari  pusat kota Balikpapan dengan jalan arteri regional Balikpapan-Samarinda di kilometer 12,9. Hanya 15 menit dengan speedboat dari Pelabuhan Kampung Baru, Balikpapan.

Investasi di Kawasan Industri tersebut akan sangat menguntungkan karena lokasi Balikpapan yang sangat strategis dan  didukung infrastruktur yang memadai serta komitmen dari seluruh jajaran pemerintah daerah untuk menjadikan Kariangau kawasan terbaik untuk berinvestasi.(masdiansyah/adv).